Anak itu...

Jangan Biarkan masa emasnya terenggut dan Dewasa sebelum waktunya. Biarkan mereka berkhayal indah sebagai anak-anak.

Cara Berwudhu

Kalau kita mau shalat, maka kita harus berwudhu terlebih dahulu. Bagaimana cara berwudhu yang benar..?

Ikuti cara ini :

1. Basuh kedua telapak tangan kemudian berkumur-kumur sebanyak 3x

image

2. Membasuh hidung (lobang hidung) sebanyak 3x

image

3. Membasuh seluruh muka sebanyak 3x

image

4. Membasuh tangan sampai ke siku sebanyak masing-masing 3x

image

5. Membasuh sebagian rambut sebanyak 3x

image

6. membasuh telinga sebanyak 3x

image

7. Membasuh kaki sampai ke mata kaki sebanyak 3x (jangan lupa tumitnya juga harus basah ya)

image

SELESAI…. mudahkan…

Kalau bisa berdoa setelah wudhu dengan doa yang akan membuat kamu bahagia dunia akhirat. Doanya demikian :

“Ashadu an laa ilaa ha illallah waashadu ana muhammadan Rasulullah. Allahumaj alni minat tawabina waj’alni minal mutatohirin, waj’alni min ‘ibadikas shalihin”

Artinya :

Aku Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang menjaga kebersihan, dan jadikanlah aku termasuk hambaMu yang soleh. Amiin.

image

Kancil dan Harimau

imageHarimau sedang asyik bercermin di sungai sambil membasuh mukanya. "Hmm, gagah juga aku ini, tubuhku kuat berotot dan warna lorengku sangat indah," kata harimau dalam hati. Kesombongan harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah.

Si kancil akhirnya tidak tahan lagi. "Benar-benar keterlaluan si harimau !" kata Kancil menahan marah. "Dia mesti diberi pelajaran! Biar kapok! Sambil berpikir, ditengah jalan kancil bertemu dengan kelinci. Mereka berbincang-bincang tentang tingkah laku harimau dan mencoba mencari ide bagaimana cara membuat si harimau kapok.

Setelah lama terdiam, "Hmm, aku ada ide," kata si kancil tiba-tiba. "Tapi kau harus menolongku," lanjut si kancil. "Begini, kau bilang pada harimau kalau aku telah menghajarmu karena telah menggangguku, dan katakan juga pada si harimau bahwa aku akan menghajar siapa saja yang berani menggangguku, termasuk harimau, karena aku sedang menjalankan tugas penting," kata kancil pada kelinci.

"Tugas penting apa, Cil?" tanya kelinci heran. " Sudah, bilang saja begitu, kalau si harimau nanti mencariku, antarkan ia ke bawah pohon besar di ujung jalan itu. Aku akan menunggu Harimau disana." "Tapi aku takut Cil, benar nih rencanamu akan berhasil?", kata kelinci.

image"Percayalah padaku, kalau gagal jangan sebut aku si kancil yang cerdik". "Iya, iya. Aku percaya, tapi kamu jangan sombong, nanti malah kamu jadi lebih sombong dari si harimau lagi."

Si kelincipun berjalan menemui harimau yang sedang bermalas-malasan. Si kelinci agak gugup menceritakan yang terjadi padanya. Setelah mendengar cerita kelinci, harimau menjadi geram mendengarnya.

"Apa ? Kancil mau menghajarku? Grr, berani sekali dia!!, kata harimau. Seperti yang diharapkan, harimau minta diantarkan ke tempat kancil berada. "Itu dia si Kancil!" kata Kelinci sambil menunjuk ke arah sebatang pohon besar di ujung jalan. "Kita hampir sampai, harimau. Aku takut, nanti jangan bilang si kancil kalau aku yang cerita padamu, nanti aku dihajar lagi," kata kelinci. Si kelinci langsung berlari masuk dalam semak-semak.

"Hai kancil!!! Kudengar kau mau menghajarku ya?" Tanya harimau sambil marah. "Jangan bicara keras-keras, aku sedang mendapat tugas penting".

"Tugas penting apa?". Lalu Kancil menunjuk benda besar berbentuk bulat, yang tergantung pada dahan pohon di atasnya. "Aku harus menjaga bende wasiat itu." Bende wasiat apa sih itu?"

imageTanya harimau heran. "Bende adalah semacam gong yang berukuran kecil, tapi bende ini bukan sembarang bende, kalau dipukul suaranya merdu sekali, tidak bisa terlukis dengan kata-kata.”

Harimau jadi penasaran. "Aku boleh tidak memukulnya?, siapa tahu kepalaku yang lagi pusing ini akan hilang setelah mendengar suara merdu dari bende itu."

"Jangan, jangan," kata Kancil. Harimau terus membujuk si Kancil. Setelah agak lama berdebat, "Baiklah, tapi aku pergi dulu, jangan salahkan aku kalau terjadi apa-apa ya?", kata si kancil.

Setelah Kancil pergi, Harimau segera memanjat pohon dan memukul bende itu. Tapi yang terjadi…. Ternyata bende itu adalah sarang lebah! Nguuuung…nguuuung…..nguuuung sekelompok lebah yang marah keluar dari sarangnya karena merasa diganggu.

Lebah-lebah itu mengejar dan menyengat si harimau. "Tolong! Tolong!" teriak harimau kesakitan sambil berlari. Ia terus berlari menuju ke sebuah sungai. Byuur! Harimau langsung melompat masuk ke dalam sungai. Ia akhirnya selamat dari serangan lebah.

"Grr, awas kau Kancil!" teriak Harimau menahan marah. "Aku dibohongi lagi. Tapi pusingku kok menjadi hilang ya?". Walaupun tidak mendengar suara merdu bende wasiat, harimau tidak terlalu kecewa, sebab kepalanya tidak pusing lagi.

"Hahaha! Lihatlah Harimau yang gagah itu lari terbirit-birit disengat lebah," kata kancil. "Binatang kecil dan lemah tidak selamanya kalah bukan?". "Aku harap harimau bisa mengambil manfaat dari kejadian ini," kata kelinci penuh harap."

Semut dan Belalang

imageAlkisah dahulu kala ada seekor semut yang bersahabat dengan seekor belalang. Mereka suka sekali berpesta. Setiap malam mereka akan menghabiskan waktu untuk berpesta, makan-makan dan menikmati minuman. Berpesta dan berpesta itulah rutin mereka.

Sehingga suatu hari, sang semut mula menyedari, walaupun sekarang ini musim panas musim tengkujuh pasti akan datang juga. Dia terfikir kalau dia terus berpesta dan menghabiskan makanan dan minuman, maka apa yang akan di makan bila musim tengkujuh tiba. “Aku tidak boleh berterusan begini, aku harus berkerja untuk mendapatkan makanan untuk bekalan ku di musim tengkujuh” katanya.

imageAkhirnya, sang semut mula mencari makanan untuk persiapan apabila nanti musim tengkujuh melanda. Hari demi hari sang semut terus mengumpulkan makanan sementara sahabatnya sang belalang terus menerus menghabiskan masanya bersuka-ria. Sang semut berkali-kali menasihatinya tapi hanya sia-sia kerana dia tetap tidak mempedulikannya.

Musim tengkujuh pun tiba sang semut tidak lagi keluar mencari makanan. “Nasib baik aku dapat mengumpul banyak makanan” katanya. Suatu hari di musim itu, ketika sang semut sedang berehat dia terdengar suara ketukan dari luar.”TOK…TOK…TOK”

imageSang semut menjenguk dari jendela dan dilihatnya sahabatnya, sang belalang yang basah kuyup dan sedang kedinginan menanti di luar pintu. Sang semut pun membuka pintu lalu menanyakan keadaan si belalang.

Rupanya sang belalang sedang kelaparan kerana sudah berhari-hari tidak makan. “Tolong aku wahai sahabat ku semut, berilah aku sedikit makanan jika tidak aku pasti akan mati”.

Semenjak hari itu sang belalang telah banyak berubah. Dia sudah menjadi seekor belalang yang rajin berkerja.

Kisah Bangau dan Ketam

imagePada zaman dahulu terdapat sebuah tasik yang sangat indah. Airnya jernih dan ditumbuhi oleh pokok-pokok teratai yang berbunga sepanjang masa. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitarnya hidup dengan subur. Banyak burung yang tinggal di kawasan sekitar tasik itu dan salah seekornya adalah burung bangau.

Manakala di dalam tasik hidup bermacam-macam ikan seperti tilapia, sepat, keli, haruan dan haiwan lain seperti ketam dan katak. Burung bangau sangat suka tinggal di kawasan tasik itu kerana senang mendapat makan.

Hari silih berganti, burung bangau semakin tua dan tidak lagi sekuat dulu untuk menangkap ikan. Ada kalanya si bangau terpaksa berlapar seharian kerana tidak memperolehi tangkapan.

imageIa berfikir di dalam hati, “Kalau beginilah keadaanya, aku akan mati kelaparan kerana tidak lagi berdaya untuk menangkap ikan. Aku mesti mencari jalan supaya aku dapat memperolehi makanan dengan mudah”.

Si bangau mendapat akal. Dia berpura-pura duduk termenung dan bersedih di tebing tasik. Seekor katak yang kebetulan berada di situ ternampak bangau yang sangat murung dan sedih lalu bertanya “Kenapa aku lihat akhir-akhir ini kamu asyik termenung wahai bangau?”. Bangau menjawab ” Aku sedang memikirkan keadaan nasib kita.”

“Apa yang merunsingkan kamu, sedangkan kita hidup di sini sudah sekian lama tidak menghadapi sebarang masalah.” Jawab katak. “Aku sering terbang ke sana ke mari dan mendengar manusia sedang berbincang tentang bencana kemarau yang akan menimpa kawasan ini. Kau lihat sajalah sejak akhir-akhir ini hari panas dan hujan pun sudah lama tidak turun”.

Bangau menyambung lagi “Aku khuatir tasik ini akan kering dan semua penghuni di tasik ini akan mati.” Katak mengangguk-ngangukkan tanda bersetuju. Tanpa membuang masa si katak terus melompat ke dalam tasik untuk memaklumkan kepada kawan-kawan yang lain.

Berita bencana kemarau telah tersebar ke seluruh tasik begitu cepat dan semua penghuni tasik berkumpul ditebing sungai dimana bangau berada. Masing-masing riuh rendah menanyakan bangau akan berita tersebut.

Seekor ikan haruan bertanya kepada bangau “Apa yang harus kita lakukan?” Si bangau berkata “Aku ada satu cadangan, tetapi aku khuatir kamu semua tidak setuju.” “Apa cadangan engkau, bangau?” tanya haruan seolah-olah tidak sabar untuk mendengarnya.

Bangau berkata “Tidak jauh dari sini ada sebuah tasik yang besar dan airnya dalam, aku percaya tasik tersebut tidak akan kering walaupun berlaku kemarau yang panjang.” “Bolehkah engkau membawa kami ke sana” sampuk si ketam.

“Aku boleh membawa kamu seekor demi seekor kerana aku sudah tua dan tidak berdaya membawa kamu lebih daripada itu” kata burung bangau lagi. Mereka pun bersetuju dengan cadangan si bangau.

Si bangau mula mengangkut seekor demi seekor haiwan daripada tasik tersebut, tetapi bukan untuk dipindahkan ke tasik lain malahan untuk dimakan. Begitulah perbuatanya sehingga sampai kepada giliran seekor ketam.

imageSambil diterbangkan oleh si bangau si ketam memandang ke bawah lalu terpandang tulang-tulang ikan bersepah di atas batu besar, dengan masa yang sama si bangau mendarat di atas batu besar itu. Melihat keadaan tersebut ketam berasa cemas dan berfikir di dalam hatinya “Matilah aku kali ini dimakan oleh bangau.”

Si ketam berkata “Dimanakah tasik yang engkau katakan itu dan kenapa engakau membawa aku di sini?” Bangau ketawa terbahak-bahak lalu menjawab “Kali ini tiba masanya engkau menjadi makanan aku.”

Dengan perasaan marah ketam menyepit leher si bangau dengan sekuat-kuatnya hingga putus dan si bangau mati di situ jua.

Dengan perasaan gembira kerana terselamat daripada menjadi mangsa si bangau durjana, si ketam bergerak perlahan-lahan menuju ke tasik membawa kepala si bangau untuk ditunjukkan kepada kawan-kawannya.

Sampai saja di tasek si ketam pun menceritakan kisah yang berlaku. Semua penghuni tasik tersebut berasa gembira kerana mereka terselamat daripada menjadi makanan burung bangau yang tamak dan mementingkan diri sendiri. Mereka mengucapkan terima kasih kepada si ketam kerana telah menyelamatkan mereka semua.

Kambing Kecil dan Serigala

imageSuatu ketika, ada seekor kambing kecil yang tanduknya mulai tumbuh dan membuat dia berpikir bahwa saat itu dia sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri. 

Suatu sore ketika gerombolan kambing mulai pulang ke peternakan kembali dan ibunya sudah memanggilnya, anak kambing tersebut tidak memperhatikan dan memperdulikan panggilan ibunya.

Dia tetap tinggal di lapangan rumput tersebut dan mengunyah rumput-rumput yang halus disekelilingnya. Beberapa saat kemudian ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat gerombolan kambing termasuk ibunya sudah tidak ada lagi.

Sekarang dia tinggal sendirian. Matahari sudah terbenam. Bayangan panjang mulai menutupi tanah. Angin dingin mulai datang bertiup dan membuat suara yang menakutkan. Anak kambing tersebut mulai gemetar karena takut dia akan bertemu dengan serigala.

Kemudian dia mulai lari sekencang-kencangnya melewati lapangan rumput untuk pulang ke peternakan, sambil mengembik-embik memanggil ibunya. Tetapi di tengah jalan, dekat pohon perdu, apa yang ditakutkan benar-benar terjadi, seekor serigala telah berdiri di sana memandangnya dengan wajah lapar.

Kambing kecil itu tahu bahwa kecil harapan untuk dia bisa lolos dari sergapan serigala tersebut.

"Tolonglah, tuan Serigala," katanya dengan gemetar, "Saya tahu kamu akan memakan saya. Tetapi pertama kali, nyanyikanlah saya sebuah lagu dengan suling mu, karena saya ingin menari dan bergembira selama saya bisa."

imageSerigala tersebut menyukai gagasan dari kambing kecil tadi, bermain musik sebelum makan, jadi serigala itu mengeluarkan serulingnya dan mulai memainkan lagu gembira dan kambing kecil itu meloncat-loncat menari bergembira.

Sementara gerombolan kambing tadi bergerak pulang ke peternakan, di keheningan sore yang mulai beranjak gelap, suara seruling dari serigala sayup-sayup terdengar.

Anjing-anjing gembala yang menjaga gerombolan kambing tersebut langsung menajamkan telinganya dan mengenali lagu yang dimainkan oleh serigala, dan dengan cepat anjing-anjing gembala tersebut lari ke arah serigala tersebut dan menyelamatkan kambing kecil yang sedang menari-nari.

Serigala yang hendak memakan kambing kecil tadi akhirnya lari dikejar-kejar oleh anjing gembala, dan berpikir betapa bodohnya dia, memainkan lagu dengan seruling untuk si kambing kecil pada saat dia seharusnya sudah menerkamnya langsung.

pesan moral: Jangan biarkan apapun membuat kamu berbalik melupakan tujuan utamamu

Anak Gembala dan Serigala

imageSeorang anak gembala selalu menggembalakan domba milik tuannya dekat suatu hutan yang gelap dan tidak jauh dari kampungnya. Karena mulai merasa bosan tinggal di daerah peternakan, dia selalu menghibur dirinya sendiri dengan cara bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya.

Suatu hari ketika dia menggembalakan dombanya di dekat hutan, dia mulai berpikir apa yang harus dilakukannya apabila dia melihat serigala, dia merasa terhibur dengan memikirkan berbagai macam rencana.

Tuannya pernah berkata bahwa apabila dia melihat serigala menyerang kawanan dombanya, dia harus berteriak memanggil bantuan, dan orang-orang sekampung akan datang membantunya.

Anak gembala itu berpikir bahwa akan terasa lucu apabila dia pura-pura melihat serigala dan berteriak memanggil orang sekampungnya datang untuk membantunya. Dan anak gembala itu sekarang walaupun tidak melihat seekor serigala pun, dia berpura-pura lari ke arah kampungnya dan berteriak sekeras-kerasnya, "Serigala, serigala!"

Seperti yang dia duga, orang-orang kampung yang mendengarnya berteriak, cepat-cepat meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari ke arah anak gembala tersebut untuk membantunya. Tetapi yang mereka temukan adalah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu orang-orang sekampung.

imageBeberapa hari kemudian, anak gembala itu kembali berteriak, "Serigala! serigala!", kembali orang-orang kampung yang berlari datang untuk menolongnya, hanya menemukan anak gembala yang tertawa terbahak-bahak kembali.

Pada suatu sore ketika matahari mulai terbenam, seekor serigala benar-benar datang dan menyambar domba yang digembalakan oleh anak gembala tersebut.

Dalam ketakutannya, anak gembala itu berlari ke arah kampung dan berteriak, "Serigala! serigala!" Tetapi walaupun orang-orang sekampung mendengarnya berteriak, mereka tidak datang untuk membantunya. "Dia tidak akan bisa menipu kita lagi," kata mereka.

Serigala itu akhirnya berhasil menerkam dan memakan banyak domba yang digembalakan oleh sang anak gembala, lalu berlari masuk ke dalam hutan kembali.

Pembohong tidak akan pernah di percayai lagi, walaupun saat itu mereka berkata benar.

Serigala dan 7 Anak Kambing

imagePada zaman dahulu ada seekor ibu kambing yang tinggal di tepi hutan bersama tujuh ekor anaknya. Setiap hari ibu kambing akan keluar untuk mencari makanan di hutan yang berhampiran dengan kandang mereka.

Seperti biasa sebelum keluar ibu kambing akan memberitahu anak anaknya supaya berjaga-jaga,”Serigala sangat licik, jadi apabila kamu mendengar suara dan melihat empat kuku hitamnya, jangan buka pintu.”

Pada suatu hari seekor serigala yang kebetulan sedang menghendap ke arah kandang mereka berasa begitu gembira apabila melihat ibu kambing telah meninggalkan kadang mereka.

Ia pun mengetuk pintu dengan kuat,”Cepat buka pintu,ibu sudah balik!”Tetapi anak anak kambing berkata,”Ini bukan suara ibu, suara ibu sangat lembut dan halus.”

imageSerigala tidak putus asa dia mengambil kapur dan memakannya, kononnya untuk melembutkan suaranya. Hasilnya, suaranya telah menjadi lembut. Kemudian ia pergi mengetuk pintu kandang kambing.”Cepat buka pintu, ibu sudah balik dan membawa banyak makanan yang enak!”

Walaupun suara serigala telah menjadi lembut, tetapi anak-anak kambing melihat kuku hitam dan tajam itu,lalu berkata,”Kamu bukan ibu kami. Kamu adalah serigala kerana kamu ada kuku yang hitam lagi tajam.”

Serigala mendapat akal. Dia mencari tuan kilang penggiling dan memaksanya membuatkan kuku hitam menjadi putih. Serigala sekali lagi mengetuk pintu kandang kambing. Anak anak kambing melihat kuku putih itu dan menyangkakan ibu mereka telah balik dan terus membuak pintu.

imageSetelah anak anak kambing membukakan pintu,serigala terus menerkan dan menelan enam ekor anak kambing sekali gus. Seekor anak kambing yang terselamat sempat bersembunyi di bawah kotak. Setelah kenyang,serigala tertidur di bawah sepohon pokok.

Apabila ibu kambing balik,ia melihat keadaan kandang yang berselerak. Ia terus mencari anak-anaknya. Ibu kambing menjumpai anaknya yang bersembunyi di bawah kotak.

Anak kambing yang terselamat itu memberitahu ibunya perkara yang telah terjadi. Ibu kambing berasa begitu sedih dan berkata,”Serigala sudah kekenyangan, mesti ia tidak pergi jauh dari sini. Mari kita pergi mencarinya sekarang juga!”

Akhirnya ibu kambing dan anaknya menjumpai serigala yang sedang tidur itu. Ibu kambing terlihat ada sesuatu yang bergerak di dalam perut serigala dan percaya itu adalah anak anaknya yang berada dalam perut serigala. Tanpa membuang masa ibu kambing pun menyuruh anaknya balik ke rumah mengambil gunting dan jarum.

imageDengan hati-hati ibu kambing terus membelah perut serigala dengan gunting dan berjaya mengeluarkan dan menyelamatkan keenam enam ekor anaknya. Anak anak kambing tidak mengalami sebarang kecederaan. Ini kerana serigala hanya menelan dan tidak mengunyah mereka. Apabila ibu kambing melihat anak anaknya masih hidup,ia berasa begitu gembira.

Ibu kambing menyuruh anak anak mencari batu batu untuk diisi ke dalam perut serigala. Setelah memasukkan batu batu sehingga penuh,ibu kambing menjahit semula perut serigala. Apabila serigala terjaga, ia masih kekenyangan dan berasa sangat dahaga.

Serigala berjalan ke tebing sungai tetapi tidak dapat berjalan cepat kerana perutnya berat. Ia tidak menyedari bahawa perutnya telah diisi penuh dengan batu.

Oleh kerana perutnya terlalu berat, ketika serigala membongkok untuk meminum air, ia telah terjatuh ke dalam sungai. Di sebabkan perutnya terlalu berat dia tenggelam dan tidak dapat menyelamatkan dirinya lalu mati.

Ibu kambing dan anak anaknya berasa sangat gembira apabila melihat serigala telah mati lemas. Semenjak hari itu mereka tidak lagi terganggu ketakutan. Hiduplah mereka anak-beranak dengan aman dan damai.